Enjoy Pacitan Trip

Pacitan adalah kota yang unik karena disini kita bisa menemukan pegunungan dan pantai. Daerah ini memiliki banyak sekali gua-gua yang indahdan tempat wisata yang tengah naik daun adalah pantainya.

Nama Pacitan tambah naik daun semenjak Bapak Susilo Bambang Yudhoyono menjabat sebagai presiden ke-6 Indonesia karena beliau adalah Putra asli Pacitan sehingga sedikit banyak ikut berperan sebagai promosi gratis untuk kota ini. Tidak cukup sehari untuk berkeliling tempat-tempat wisata di kota ini karena banyaknya objek wisata menarik khususnya pantai.

 

Salah satu pantai yang menjadi ikon wisata Pacitan adalah Pantai Teleng Ria yang letaknya tak jauh dari pusat kota Pacitan. Untuk menikmati keindahan pantai ini, kita bisa sekaligus stay di Parai beach Resort yang tepat berada di bibir pantai Teleng Ria. Dengan menginap disini kita bisa menikmati keindahan pantai pada waktu pagi, siang dan malam . Di sebelah Parai Beach Resort juga terdapat water park yang free untuk pengunjung hotel sehingga selain puas menikmati pantainya kita bisa juga mengajak anak untuk bermain di water parknya.

 

 

Selain Pantai Teleng Ria, masih banyak pantai-pantai Indah lainnya di Pacitan diantaranya adalah Pantai Klayar. Pantai ini identik dengan semburan air yang unik dan gulungan ombak yang eksotik. Selain menikmati keindahan pantainya, kita bisa bermain ATV di sepanjang pantai sekaligus menikmati air kelapa muda yang tentunya akan terasa segar ketika dinikmati di bawah teriknya matahari di Pantai.

 

 

Di malam hari, kita bisa menuju ke alun-alun kota Pacitan yang menyuguhkan taman dengan lampu warna warni dan dikelilingi pedagang yang menjajakan makanan tradisional khas dari Pacitan. Buat yang penasaran, mari rencanakan liburan ke Pacitan dan nikmati indahnya alam anugerah Yang Maha Kuasa.

 

#Happy Holiday

Ngebolang di Pulau Dondolang Banggai

Banyak pulau exotic di Indonesia sebenarnya yang belum ter-explore bagi traveller salah satunya kalau kami boleh bilang adalah Pulau Dondolang yang ada di Sulawesi Tengah. Pulau dengan hamparan pasir putih Indah dan pesona bawah laut yang mempesona buat yang ingin diving ataupun snorkeling.

Alhamdulillah bapake Haikal menjadi salah satu orang beruntung yang bisa mengunjungi Pulau Dondolang yang cukup exotic karena kebetulan memang nguli di salah satu daerah di Sulawesi Tengah jadi lebih mudah untuk access ke pulau ini.

Untuk menuju ke Pulau Dondolang, kami menyewa perahu yang berangkat dari daerah Pagimana (2.5 jam perjalanan darat dari pusat kota Luwuk Sulteng). Karena kami berangkat rombongan maka harga sewa kapal waktu itu yang sekitar 2 jutaan untuk satu hari penuh bisa dibag-bagi sehingga tidak terasa mahal.

Sampai di Pulau Dondolang, ada sedikit tantangan karena perahu tidak bisa terlalu ke pinggir karena permukaan nya dangkal. Kita harus pindah ke sampan kecil dengan dayung untuk bisa sampai ke bibir pantai….Begitupun sebaliknya dari bibir pantai kita akan menggunakan sampan kecil untuk menuju perahu yang akan membawa kita kembali ke Pagimana

Berat perjuangannya ya?

Enggak juga sih kalau akhirnya kita bisa mendapatkan keindahan pulau dan pesona bawah laut Pulau Dondolang yang cukup menggoda.

 

 

Jangan lupa bersihin semua peralatan yang dipakai selama ngebolang, dan jangan tinggalkan apapun kecuali jejak kaki di Pulau yang kamu singgahi, otherwise sampah yang kamu tinggalkan akan mengganggu keindahan pulau di kemudian hari

 

 

Petualangan pun berakhir setelah semua anggota travelling pegal-pegal tapi puas berenang, snorkeling dan diving kesana kemari. Alhamdulillah petualangan yang gak akan pernah terlupakan. #Happy Holiday

 

Pesta Durian di Luwuk Water Fall

Durian….Buah asli Indonesia. Banyak yang suka tapi banyak pula yang sama sekali ndak doyan dengan buah yang satu ini. How about you? Kalau kalian termasuk yang suka dengan durian, perlu rasanya mencoba durian NAMBO kalau sedang berkunjung ke Banggai Sulawesi Tengah. Durian Nambo rasanya aduhai, dengan daging buah yang lembut dan tebal sehingga tak ada kata menyesal untuk meminangnya. Soal harga, so pasti jauh lebih murah kalo dibandingkan dengan di pulau Jawa.

 

Kalau mengutip dari Wikipedia, Nambo adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Indonesia. Kecamatan ini berjarak sekitar sekitar 20 Km ke barat dari kota Luwuk, ibukota Kabupaten Banggai.  Karena kebetulan Bapaknya Haikal nguli di daerah Banggai, maka tidak heran kalau pas musim durian tiba pastilah akan mencicip nikmatnya durian Nambo yang biasanya mulai banyak beredar sekitar bulan Februari – April.

 

Swing day is coming…

Bapaknya Haikal and his crew are having 12 hours free before going to night shift.

Kalau sudah namanya swing day, semua nya pengin keluar dari pabrik buat menghirup udara segar dan menikmati suasana yang berbeda dengan camp tempat tinggal selama on duty. Searching rental mobil dan lokasi menarik di sekitar Banggaipun dilakukan untuk mengisi swing day. Finally kami dapat rekomendasi untuk bermain ke air terjun (yang kamipun tidak tahu apa nama air terjunnya) di daerah Luwuk di atas pembangkit listrik

Perjalanan dari camp dimulai sejak pagi, it’s about 1 hour travelling time from our camp ke kota Luwuk dengan jarak tempuh sekitar 48 km kalau menurut google maps. Di sepanjang jalanan tepatnya di daerah Nambo, so banyak pedagang durian berjajar di pinggir jalan.

 

Beberapa ikat durian Nambo sudah berpindah ke tangan dan kami bawa untuk dinikmati nantinya di air terjun di atas kota Luwuk.  Untuk mencapai air terjun ini tidaklah sulit, dari tengah kota luwuk tinggal mencari arah menuju pembangkit listrik Micro Hydro Hanga-Hanga.  Dari pmbangkit listrik itu nanti kita tinggal mengikuti jalan tanah belum beraspal yang cukup terjal, dan kalau membawa mobil sepertinya perlu ada yang turun untuk memastikan tidak ada mobil lain yang melaju dari atas, otherwise akan terjadi crash karena jalannya hanya muat untuk 1 mobil hehehe. Perjalanan dari pembangkit listrik sampai ke air terjun ini tidaklah jauh hanya memakan waktu sekitar 15 menit kita sudah bisa mendengar desiran suara air terjun.

 

Selain sebagai tempat wisata dan pengairan, air terjun ini sebenarnya juga dipakai sebagai tenaga untuk pembangkit listrik micro hydro. Sampai di lokasi, acara belah duren pun dimulai, dan celakanya kami lupa untuk membeli pisau ketika di kota Luwuk 🤦‍♂️🤦‍♂️. Tak ada rotan akarpun jadi kata pepatah. Obeng di mobil pun akhirnya dipakai buat belah durian Nambo yang rasanya MAKNYUS.

Karena ndak bawa pisau buka duriannya pun pakai obeng 🤣🤣

 

Kenyang makan durian, kamipun mulai basah-basahan main di air terjun dan tak terasa waktupun cepat berlalu dan saatnya kami kembali ke camp untuk persiapan kerja night shift.

 

 

Ingin merasakan durian yang enak MAKYUS rasanya?

Jangan lupa mampir ke Nambo kalau pas musim durian dan sedang berlibur di Sulawesi Tengah ya guys. #Happy Holiday