Kamar The Onsen Hot Spring Resort

Menginap di The Onsen Resort Batu

Entah untuk yang ke berapa kali kami mengunjungi Kota Batu yang memang tidak pernah nge-bosenin buat keluarga kami. Untuk kunjungan kali ini, kami menginap sebuah resort dengan konsep ala-ala Jepang yang cukup menakjubkan bernama The Onsen Hot Spring Resort. Resort ini didesain dengan konsep rumah tradisional Jepang dengan Onsen (Bak mandi air hangat dari sumber mata air alami) dan tentu dengan hiasan bunga Sakura (bunga imitasi sih) di berbagai sudut resort. Menginap 2 malam di resort ini bersama keluarga kecil kami, memberikan sebuah pengalaman yang cukup indah. Kebetulan kami berkunjung di musim hujan di tambah lokasi resort yang ada di ketinggian menambah suasana menginap kami menjadi semakin syahdu.

Beberapa Spot Foto di Onsen Resort

Di resort ini banyak terdapat spot foto menarik ala Jepang dan bahkan ada pula tempat menyewakan Yukata (baju khas jepang) dengan berbagai aksesoris nya apabila kita ingin lebih all out dalam berfoto ria. Main menu di restonya pun juga masakan khas Jepang dan tentu juga ada beberapa masakan Indonesia dan Western available buat yang lidahnya kurang cocok dengan masakan Jepang. Buat teman-teman yang hanya ingin makan dan hunting spot foto ala-ala Jepang juga bisa kok datang ke tempat ini tanpa harus menginap.

 

Suasana Resto nya

Access untuk menuju resort ini cukup mudah.  Letaknya berada di komplek wisata Songgoriti Kota Batu yang cukup terkenal. Resort ini berada di bawah wisata paralayang kota batu. Jika cuaca mendukung, kita bisa melihat banyak pemain paralayang yang terbang di atas resort. Buat yang suka dinginnya suasana pegunungan, tempat ini cocok buat kalian. Karena dingin nya udara sekitar, tidak disediakan air conditioner (AC) di dalam kamar. Karena kami menginap di musim hujan dimana siang hari pun matahari enggan menampakkan dirinya, suhu udara di kamar masih cukup sejuk di siang hari. Mungkin next time perlu untuk dicoba menginap di musim panas untuk merasakan suasana kamar di siang hari (atau buat teman-teman yang pernah menginap di musim panas bisa meninggalkan review nya di comment).

Menu makan yang bisa dinikmati di resto maupun via room service

 

Ada dua type rumah di Onsen Hot Spring Resort. Pertama rumah dengan 2 kamar untuk 4 orang seperti yang kami pilih. Berikutnya rumah dengan 3 kamar ber kapasitas untuk 6 orang. Kedua type rumah tersebut dilengkapi dengan Onsen (tempat berendam air hangat yang berasal dari sumber alami) yang akan tersisi setiap jam 19:00 WIB. Public Onsen juga tersedia buat kita yang datang hanya untuk short visit tidak menginap .

Ini penampakan dalam rumahnya

 

Bentuk kamar resortnya tradisional jepang banget dari bahan kayu. Oleh karena itu jangan heran kalau tidak terlalu kedap suara. Positifnya, dari dalam rumah kita bisa mendengarkan merdunya kicau burung yang bersahutan di luar. Karena kurang kedapnya ruangan ditambah lokasinya di dataran tinggi, kitapun masih mendengar suara knalpot kendaraan yang hilir mudik terutama di malam hari hehehe.

 

Anyway, resort ini sangat kami rekomendasikan buat yang akan berlibur ke Kota Batu bersama keluarga.

 

#Happy Holiday#

 

 

Kampung Lumbung Boutique Hotel

Ini adalah liburan kami yang ke sekian kalinya ke Kota Batu (kalau tidak salah hitung ini adalah yang ke-10). Karena liburan nya dadakan dan kebetulan pas weekend jadilah kami tidak dapat kamar di Samara Resort dan Singhasari Resort, tempat kami biasa menginap ketika berlibur ke Kota Batu. (Untuk review mengenai Singhasari resort sudah pernah kami ulas di post sebelumnya).

Berangkat dari rumah di Boyolali pukul 17:00 kami melaju memasuki pintu tol yang kebetulan cukup dekat dengan tempat kami tinggal. Sekarang ini kalau mau jalan-jalan dadakan ke daerah Jawa Timur sudah tidak perlu khawatir lagi mau berangkat jam berapapun karena jalan tol sudah tersambung dari jawa tengah ke Jawa Timur. Dengan demikian waktu tempuh berkurang sangat signifikan meskipun perlu extra cost untuk biaya tol.

Tepat saat Maghrib menjelang, sebagai seorang muslim kami menghentikan laju kendaraan di rest area tol Solo-Ngawi untuk menunaikan ibadah sholat, istirahat dan sekaligus buka aplikasi pemesanan hotel untuk mencari tempat menginap yang OK selama selama 2 malam kedepan. Dan ternyata tempat kami biasa menginap di Kota Batu sudah full book semua sehingga tidak ada pilihan lain kami harus mencari tempat menginap alternatif. Setelah melihat sekian banyak pilihan tempat menginan dan berbagai review dari pengunjung sebelumnya, akhirnya kami memutuskan untuk memilih Kampung Lumbung Boutique Hotel yang reviewnya bisa dilihat disini

This is our first time buat stay di kampung lumbung, tapi dilihat dari review pengunjung sebelumnya di tripadvisor, tempatnya match dengan kriteria kami buat menginap yaitu banyak ruang terbuka hijaunya hehehe. Tidak sulit untuk mencari lokasi kampung lumbung hotel ini. Lokasinya berdekatan dengan Puskesmas Beji, dan hanya sekitar 100 meter masuk dari jalan utama Batu-Malang. Gang masuknya betul-betul membawa kita ke suasana kampung dan begitu memasuki area menginap kita akan terpana dengan desain hotel yang sangat unit. Most of the building dibuat dari kayu, seperti rumah-rumah Jawa kuno yang membuat kita serasa berkunjung ke rumah kakek buyut kita hehehe.

 

Now let’s talk about hotel facilities….

Seperti yang kami tuliskan di atas, tempat ini betul-betul memenuhi kriteria menginap keluarga kami. Ruang terbuka hijaunya OK banget, tempatnya asri, kamarnya unik. Lokasinya yang cukup luas dengan tanjakan dan turunan tajam untuk menuju ke tiap-tiap cottage dan fasilitas hotel seperti restaurant dan swimming pool. So buat yang bawa orang tua sepertinya perlu pertimbangan lebih lanjut. Untuk yang menginginkan suasana tenang ala pedesaan dengan udara yang sejuk sudah pasti this place is highly recommended. Even ndak ada AC di kamar, kesejukan udara kota Batu sudah lebih dari cukup untuk mendinginkan ruangan.

Menu sarapan hotel menurut kami sudah sepadan lah dengan tarif menginapnya. Untuk weekend dimana pengunjungnya banyak sarapan akan disajikan secara prasmanan all you can eat, tapi variasi dan jumlah menunya tidak terlalu banyak. Pas weekday sarapan disuguhkan ala carte dengan pilihan menu nasi goreng, mie goreng, nasi rawon, dan roti bakar, cukuplah untuk mengganjal perut sebelum keliling kota Batu. Karena kebetulan kami check in hari Sabtu dan Check out hari Selasa, kami bisa merasakan menu Ala Carte di week day dan menu prasmanan di weekend. Untuk soal rasa mungkin ini yang perlu jadi catatan. Buat lidah kami dari range score 1-10 kami berikan nilai 7 untuk urusan rasa.

Anyway, secara keseluruhan we are happy to stay di Hotel Kampung Lumbung Batu. Dan tentunya tempat ini akan jadi salah satu pilihan tinggal kami kalau kembali berkunjung ke Batu atau Malang.  It’s recommended apalagi dengan harga yang cukup terjangkau sekitar 1-1.5 jt IDR kita bisa stay di cottage dengan 2 kamar untuk 4 orang. Buat yang mendambakan suasana menginap yang asri dan tenang, tentu saja tempat ini menjadi salah satu pilihannya.

 

#Happy Holiday#

Aloft Hotel Kuala Lumpur Sentral

Pertama kali ke Kuala Lumpur pasti kita akan disibukkan untuk searching berbagai info yang kita perlukan selama perjalanan di sana seperti info tentang transportasi, tempat menginap, dan tentunya tempat makan 😂😂😂

Beruntunglah saat ini banyak sekali travel blogger yang sudah memberikan banyak ulasan dan tips buat 1st time traveller sehingga memudahkan kita untuk memilih dan memilah menyesuaikan dengan rencana perjalanan kita. Begitu juga dengan kami dan keluarga, ketika ingin mengunjungi Kuala Lumpur untuk pertama kalinya kami juga banyak searching di internet dan baca-baca buku travelling tentang Kuala Lumpur. Tentang tempat menginap di KL, dari sekian banyak blog dan buku yang kami baca akhirnya pilihan kami menginap di Kuala Lumpur jatuh ke Aloft Hotel Kuala Lumpur Sentral. Alasan utama kami menginap di tempat ini selama 2 malam adalah karena lokasinya berada di KL sentral yang merupakan pusat transportasi di KL sehingga kita bisa kemana-mana dengan mudah, mudah dijangkau dari KLI Airport (KLIA express ataupun KLIA transit akan berhenti di stasiun KL Sentral) dan kita tinggal mengikuti petunjuk arah untuk menuju ke Aloft. Keuntungan lain nya, kita bisa check in dan drop off bagasi pesawat kita di KL Sentral kalau kita akan menuju KLI Aiport menggunakan KLIA express jadi tidak perlu susah payah ngangkut bagasi ke bandara dan ndak perlu lari-lari di KLIA Airport buat check in kalau waktu kita mepet. Banyak tempat makan / food court mulai dari makanan lokal, fast food, Japanese Food, dan bahkan ayam penyet dari Indonesia ada NU mall yang terhubung dengan KL Sentral dan Aloft Hotel dengan harga yang cukup bersahabat dengan kantong kami juga menjadi salah satu alasan kami menginap di sini. Dan alasan terakhir adalah Aloft Hotel ini memiliki family room yang cocok untuk keluarga kami dengan harga yang terjangkau untuk kelas hotel ⭐⭐⭐⭐.

 

Begitu sampai di lobby Aloft Hotel, kesan pertama yang saya dapat adalah design interiornya yang cukup unik dan eye catching ditambah dengan keramahan resepsionis yang cukup sigap memberikan pelayanan (begitu melihat kami membawa anak kecil kami langsung didahulukan). Counter reception yang awalnya close langsung dibuka untuk mempercepat proses check in tamu terutama yang membawa anak-anak.

 

Sesuai dengan pesanan, kamar yang kami pilih adalah kamar dengan 2 queen bed with breakfast. Kamarnya cukup compact dengan design minimalis yang cukup unik dan menarik. Dengan 2 queen bed tentu saja Haikal bisa dengan bisa berguling-guling di tempat tidurnya sambil ngerakit lego yang di beli di Legoland sebelumnya sementara Bapak dan Emaknya di queen bed yang satunya hehehe.

 

Untuk menu breakfast, sangat beragam dengan menu spesial setiap hari yang berbeda (pas nginep hari pertama menu spesialnya masakan India, kemudian di hari kedua menu spesialnya Mie). Desain restonya juga cukup unik dan yang pasti akan membuat betah kita untuk berlama-lama menikmati breakfast. Dari sisi rasa dan penyajian masakan, kami menilai cukup OK dan rasanya cocoklah buat lidah orang Indonesi. Dari range 1-10 kami akan berikan nilai 8 untuk penyajian dan rasa masakannya hehehe. Satu lagi yang OK dari Aloft hotel adalah roof top swiming poolnya meskipun kami hanya mampir sebentar dan ndak sempat berenang.

 

 

So…buat yang mau jalan-jalan ke Kuala Lumpur bersama keluarga, kami rasa hotel Aloft KL Sentral sangat recommended.

#Happy Holiday#

 

Singhasari Resort Batu

Kota Batu sudah menjadi tujuan wisata langganan buat Haikal’s family. Dari beberapa hotel yang pernah kami singgahi di Kota Batu, Singhasari Resort adalah salah satu yang recommended buat kami dan akan setia menjadi tempat kami menginap ketika berkunjung ke Kota Batu.

 

Lokasinya yang berada di pinggir Jalan Utama Malang-Batu dan dekat dengan Jatim Park-3 menjadi salah satu alasan akhir-akhir ini kami menginap disana, karena Jatim Park-3 merupakan wahana terbaru di Jatim Park  Group jadi tentunya kami ingin mengexplore lebih wahana yang ada disana.

 

Selain itu, di sekitar jalan utama Malang-Batu juga berjejer tempat kuliner enak sebut saja seperti Warung Wareg, Warung Mbok Sri, Chilli Padi, dll.

 

Resortnya sendiri juga cukup menyenangkan dengan fasilitas komplit hotel bintang 5. Begitu masuk ke lobby hotel, kita akan disambut dengan gamelan jawa yang berjejer di lobby hotel dan kursi santai buat menunggu process check in. Lobby hotelnya pun cukup fotogenik buat yang hobi jeprat-jepret dan update koleksi medsos. Menu sarapannya beragam sehingga kita memiliki banyak pilihan dan rasanyapun cukup pas buat lidah kami.

Buat yang akan berwisata ke kota Batu, tidak ada salahnya kalau kalian mencoba menginap di tempat ini guys….

#happy holiday

Menyepi di Desa Alamanis Resort Cirebon

Entah mengapa kami lebih memilih penginapan bertipe resort yang banyak lahan terbukanya dibandingkan dengan Hotel megah yang tinggi menjulang ke angkasa. Ketika kami mengunjungi Kota Kuningan Jawa Barat, pilihan kami untuk menginap jatuh di Desa Alamanis Resort setelah melihat beberapa review yang ada di dunia maya.

Access ke resort ini tidaklah sulit, dari tol Cirebon Jakarta kita tinggal ambil exit Ciperna  dan menuju ke arah Kuningan melalui Jalan Raya Cirebon-Cilimus. Setelah beberapa menit, kita akan menemukan Desa Alamanis Resort di sebelah kiri jika kita mengendara dari arah Cirebon.

Asyiknya menginap di resort ini adalah lokasinya yang asri dengan banyak pepohonan, namun sepertinya kurang cocok apabila kita membawa orang tua  karena access menuju kamar dan tempat makan cukup menguras tenaga karena harus naik turun tangga melewati kebun yang asri dengan pohon bamboo dan tanaman lainnya.

Bentuk bangunan nya cukup unik karena hampir sebagian besar terbuat dari kayu jati seperti layaknya bangunan kuno zaman kakek nenek kita.

Menginap di resort ini, sayup-sayup kita akan mendengar lantunan gending dan seruling khas Jawa Barat yang sepanjang siang dan malam didendangkan membuat suasana menginap menjadi semakin syahdu. Suasana di sekitar kolam renangnya juga cukup asri membuat kita semakin betah untuk menghabiskan waktu untuk berenang. Untuk sarapan, pada saat weekday menunya ala carte karena mungkin pengunjungnya tidak terlalu banyak. Kita diminta memilih menu yang ada di buku kemudian menu akan dihidangkan di meja kita. Sementara pada saat weekend sarapannya prasmanan dengan menu makan yang beragam. Kebetulan kami menginap dari hari kamis sampai hari minggu jadi bisa merasakan menu ala carte dan prasmanannya sekaligus. Untuk rasa cukup enak dan cocok untuk lidah kami dari Jawa Tengah. Yang menarik semua petugas di resto nya menggunakan pakaian khas Jawa Barat seperti yang dikenakan Kang Kabayan dan Nyi Iteung di film layar TV hehe.😊😊

Yang menarik lagi di resort ini, kita bisa ikut belajar membuat kerajinan kayu dan juga belajar membuat kerajinan topeng. Buat kalian yang punya rencana berwisata ke Kuningan, mungkin resort ini bisa dijadikan salah satu alternative menginap bersama dengan keluarga.

 

#Happy Holiday

Dinner at Sei Sapi Lamalera Bandung

Sei Sapi…

Gak kebayang bakal makan malam disini karena emang kalo makan bareng keluarga sudah pasti ndak akan mungkin mengunjungi resto yang menu nya daging sapi. Maklumlah cuman bapake Haikal aja yang doyan daging sapi sementara Haikal dan Emaknya paling banter ya daging ayam 😂😂. Denger nama Sei Sapi juga rasanya baru kali ini hahaha. Tapi ya sudahlah berhubung cuman ngikut ya kita musti nurut dengan yang empunya acara. Katanya Sei Sapi itu daging asap khas Kupang Nusa Tenggara Timur.

 

Selepas meeting dengan perusahaan rekanan di Hilton hotel Bandung, disusunlah rencana makan bareng dengan teman kantor dan rekanan. Sebelum berangkat salah satu member sudah coba calling restonya buat booking tempat dan menu dan ternyata ndak bisa alias kita harus go show langsung datang ke restonya. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti ndak dapat tempat duduk dan kelamaan nunggu menunya datang (karena kabarnya Sei Sapi ini ruamenya poll dan itu terbukti pas kita datang kesana), dikirimlah 2 orang buat nyari tempat duduk dan booking beberapa menu biar pas rombongan yang lain datang sudah siap semuanya.

 

Jreng-jreng, akhirnya sampailah kita di lokasi dan benar tempat nya ruame poll dan sebagian besarnya anak muda dengan rombongannya masing-masing. Untunglah kita sudah mengutus dua teman buat nyari meja dan pesen menu jadi begitu nyampai langsung bisa duduk sementara banyak juga orang yng ngantri di luar nunggu tempat duduk kosong

Duduk di kursi liat-liat buku menu sapa tahu ada menu tambahan yang akan dipilih…uffff sama sekali ane gak kenal sama nama-nama menunya kecuali es teh dan es jeruk wakakaka.😂😂

Anyway, busway dan by the way…akhirnya sebagian dari kita ngikut aja dipilihin sama teman2 yang lebih gaul dan pernah makan di tempat ini. Dan ternyata setelah menunya datang di meja, it’s really delicious and recommended. Maknyus kalo kata Pak Bondan. Coba di Solo ada resto ini, mungkin ane bakal sering berkunjung. Buat yang lagi di liburan ke Bandung…tempat ini boleh dicoba. Selesai makan jangan lupa poto-poto buat bukti kalo kita pernah datang kesini

 

Salam

 

 

Resto Lembah Gunung Madu Boyolali

Letaknya tidak begitu jauh dari rumah tetapi ternyata Haikal’s family baru tahu kalau ada Resto Lembah Gunung Madu ini setelah beberapa tahun restonya berdiri (maklum kami kurang pikeniknya hehehe).

Resto Lembah Gunung Madu berada di pinggir jalan Simo-Klego Kabupaten Boyolali, biasanya jalan ini jadi jalan alternative menuju kota Solo maupun Semarang kalau jalan utama nya macet. Di atas resto terdapat gua peninggalan zaman Jepang yang konon katanya dulu digunakan untuk tempat persembunyian dan penyimpanan logistic pada saat perang. Di bawah resto berdiri sebuah Pondok Pesantren tempat santri dari berbagai daerah menuntut ilmu.

Di tempat ini tidak banyak yang bisa kita lakukan karena memang seprtinya tempat ini didesain hanya untuk makan dan berfoto ria dengan latar pemandangan lembah hijau di bawah resto. Ada beberapa koleksi burung dan ungags di area resto yang bisa menjadi daya tarik pengunjung yang membawa anak kecil.

Untuk makanan yang ditawarkan, ragamnya tidak terlalu banyak. Tapi cukuplah untuk mengisi perut kosong setelah naik turun bukit buat mencari spot foto menarik di sekitar resto. Buat yang ingin ke tempat ini, sebaiknya hindari hari libur karena sudah pasti akan ramai karena banyak yang penasaran dengan tempat ini berkat foto-foto instagenik yang banyak beredar di medsos.

 

Menghapus Penasaran Tentang Abhayagiri Resort and Resto

Ingin makan di resto yang terletak di ketinggian sambil menikmati pemandangan Indah di bawah nya? Ingin foto-foto dengan view cantik dan mempesona? If you want it, Abhayagiri  adalah tempatnya. Mau rasa makanan yang MAKNYUS? …. I don’t think you will get it there

Untuk menuju ke Abhayagiri resort dan resto cukup mudah. Jalan menuju Abhayagiri memiliki petunjuk yang cukup jelas. Dari Candi Prambanan kita tinggal menuju ke arah Jalan Wonosari setelah melewati rel kereta api, tengok ke kiri dan dipastikan kamu akan menemukan petunjuk arah menuju Abhayagiri.

Perjalanan kami menginap di resort dan makan di resto Abhayagiri berawal dari penasaran karena cerita kawan-kawan dan photo-photo instagenik yang banyak bertebaran di media sosial. Apa iya sih tempatnya secantik itu? – We will say yes for it.

Dan overall kalau versi Haikal’s family review Abhayagiri Resort dan Restonya  will be as follow.

Resort

Waktu menginap disana kami mendapatkan harga 1,4 jutaan untuk kamar deluxe. Dan ternyata fasilitas yang kami dapatkan cukup memuaskan

  1. Free sarapan jelas sudah include
  2. Free tea time with snack at Abhayagiri Resto
  3. Dapat special seat untuk dinner di Abhayagiri Resto (Kalau bukan tamu hotel untuk bisa makan di resto harus book dulu sangking ramainya). Tapi ingat dinnernya bayar hehehe.
  4. Free latihan Jemparingan (memanah tradisional) dan foto session dengan menggunakan pakaian adat jawa saat jemparingan. (Ini yang mebuat Haikal betah berlama-lama karena senang bisa latihan memanah)
  5. Pemandangan Indah apalagi kalau malam dari resort yang berada di ketinggian
  6. Free welcome fruit basket (Isinya 2 apel, 2 salak pondoh, seikat kelengkeng, dan 2 jeruk manis)

So..It’s up to you. Buat kami dengan 1.4 jutaan sepertinya cukup sepadan dengan apa yang kami dapatkan selama menginap disana terutama pemandangan indah buat yang suka poto-poto selfie untuk update status medsos.

Resto

Menurut kami banyaknya orang yang datang ke resto sepertinya bukan karena masakannya yang enak, karena menurut kami cita rasa masakan nya so..so. dengan harga yang relative expensive untuk rasa makanan yang sangat standard. Silahkan dicoba kalau memag penasaran. Tapi yang jelas you will get excellent view buat poto-poto ketika mengunjungi resto ini.

 

Masih penasaran dengan Abhayagiri Resort dan Restonya?

 

#Happy Holiday